Showing posts with label Kiamat. Show all posts
Showing posts with label Kiamat. Show all posts

Pesawat yang Hilang di Segitiga Bermuda


Bermuda dari dulu memang sebuah wilayah kepulauan yaang membawa segudang tanya akan misterinya yang melenyapkan puluhan pesawat dan juga kapal laut yang berlayar dan terbang diatas perairan segi tiga bermuda, dan mungkin anda ingin tahu jenis-jenis pesawat yang hilang di bermuda, inilah dia.

1. pesawat TBF avenger 1942




2. pesawat PBY catalina (amerika)




3. pesawat lockheed pv-1 ventura




4. pesawat PB4Y privateer




5. pesawat SBD-5 dauntless




6. pesawat PBY-5a catalina




7. pesawat PBM martin mariner




8. pesawat b-24 liberator




9.  pesawat flight19




10. pesawat c-54




11. pesawat star tiger




12. pesawat beech queen air

  source: http://www.indonesiaindonesia.com/f/40094-pesawat-pesawat-segitiga-bermuda

Ramalan Kiamat yang Meleset


Akhir-akhir ini dunia perfilman dibuat gempar, tidak lain dan tidak bukan karena munculnya film yang penuh kontroversi, film yang menceritakan akhir zaman muncul sehingga menimbulkan pro dan kontra dimasyarakat, banyak yang menganggap bahwa film 2012 adalah sebuah film yang mengacu pada tahun 2012 yang dipastikan bakal terjadi hari kiamat, padahal kasus ramalan akan munculnya hari kiamat tidak hanya terjadi ditahun ini saja, tapi ditahun-tahun sebelumnya banyak yang meramalkan akan munculnya hari kiamat tersebut tapi sampai sekarang ramalan tersebut sama sekali tidak terbukti. Mari kita selidik lebih lanjut ramalan-ramalan kiamat apa saja yang ternyata meleset dan tidak terbukti :

1. Ayam Peramal dari Leeds, 1806
Sejarah mencatat banyak tokoh yang menyatakan bahwa zaman akhir hampir tiba ditandai dengan kedatangan nabi. Namun, mungkin “nabi” yang paling aneh adalah seekor ayam petelur dari Kota Leeds, Inggris, 1806. Ayam ini awalnya disangka menghasilkan telur yang bertuliskan “Kristus akan datang”. Seiring menyebarnya kabar mujizat ini, banyak orang menjadi percaya bahwa kiamat hampir tiba sehingga seorang penduduk yang penasaran akhirnya mengawasi sang ayam ketika bertelur dan menyaksikan penipu yang menuliskan kalimat itu. 

2. Kaum Millerite, 23 April 1843
Seorang petani di New England bernama William Miller, setelah beberapa tahun mempelajari Alkitab, menyimpulkan bahwa waktu yang dipilih Tuhan untuk menghancurkan dunia bisa disimpulkan dari penafsiran harafiah isi Alkitab. Ia menjelaskan hal ini kepada siapa saja bahwa dunia akan berakhir antara 21 Maret 1843 dan 21 Maret 1844. Ia berkotbah dan menerbitkan tulisan cukup banyak dan memimpin ribuan orang (yang disebut kaum Millerite) yang meyakini bahwa tanggal pasti kiamat adalah 23 April 1843. Banyak yang menjual atau menyumbangkan semua harta miliknya karena percaya semuanya tak dibutuhkan lagi; tapi ketika tanggal 23 April datang (tapi Yesus belum juga datang) maka grup itu pun dibubarkan, lalu sebagian dari mereka membentuk gerakan yang hingga kini dikenal sebagai Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (Seventh Day Adventist).

3. Armageddon/Kiamat kaum Mormon, 1891 atau sebelumnya
Joseph Smith, pendiri gereja Mormon, mengadakan rapat gereja pada Februari 1835 untuk memberitahu bahwa ia berbicara kepada Tuhan. Selama pembicaraan itu, Smith mengakui bahwa Yesus akan kembali dalam 56 tahun ke depan, dan selanjutnya masa akhir zaman akan segera dimulai.

4. Komet Halley, 1910
Tahun 1881, seorang astronom, dari analisa spektral, menemukan bahwa ekor komet mengandung gas mematikan yang disebut cyanogen (dari asal kata sianida). Tadinya ini tak terlalu menarik hingga seseorang menyadari bahwa lintas bumi akan berpotongan dengan ekor komet Halley di tahun 1910. Apakah permukaan planet akan terselubung oleh gas beracun? Itulah spekulasi yang dicetak di halaman depan koran The New York Times dan sejumlah koran lainnya, yang mengakibatkan menyebarnya kepanikan di seluruh AS dan di negara lainnya. Akhirnya, para ilmuwan dengan kepala dingin menjelaskan bahwa hal itu tak patut dikhawatirkan.

5. Pat Robertson, 1982
Mei 1980, televangelis dan pendiri Koalisi Kristen, Pat Robertson, mengejutkan dan menakuti banyak orang ketika ia menyatakan dalam acara TV-nya, “700 Club”, kepada pemirsa di seluruh dunia bahwa ia tahu kapan dunia akan berakhir (padahal dalam Alkitab sendiri di Matius 24:36 tentang kiamat dinyatakan “Tentang hari dan saat itu tidak seorang pun yang tahu, bahkan malaikat-malaikat di surga tidak tahu”). “Saya menjamin bahwa pada tahun 1982 akan ada penghakiman dunia,” kata Robertson.

6. Heaven’s Gate, 1997
Ketika komet Hale-Bopp muncul tahun 1997, muncul isu bahwa pesawat alien tengah mengikuti komet itu. Hal itu ditutupi oleh NASA dan komunitas astronomi. Walau dugaan itu dibantah oleh para astronom (dan bisa dibantah siapa saja yang memiliki teleskop yang bagus), isu ini sempat disiarkan dalam acara radio “Coast to Coast AM” yang dibawakan Art Bell dan bertemakan paranormal. Dugaan ini menginspirasi suatu kultus pemercaya UFO (unidentified flying object yang dianggap pesawat alien) di San Diego yang menamakan diri Heaven’s Gate untuk memercayai bahwa dunia akan segera berakhir. Dunia memang berakhir bagi 39 anggota kultus itu yang bunuh diri pada 26 Maret 1997.

7. Nostradamus, Agustus 1999
Karya tulis Michel de Nostradame yang sangat membingungkan dan metaforis telah menarik perhatian banyak orang selama lebih dari 400 tahun. Tulisannya, yang ketepatannya sangat tergantung pada interpretasi yang sangat fleksibel, telah diterjemahkan dan diterjemahkan ulang dalam puluhan versi yang berbeda. Salah satu baris tulisannya menyebutkan, “Tahun 1999, bulan ketujuh / Dari langit datang raja besar teror.” Banyak pengikut Nostradamus menjadi resah karena menduga bahwa inilah penglihatan sang peramal terkenal itu terhadap kiamat.

8. Y2K, 1 Januari 2000
Ketika abad lalu hampir berakhir, banyak orang khawatir bahwa komputer akan menyebabkan kiamat. Permasalahannya, yang diketahui sejak 1970, adalah bahwa banyak komputer takkan bisa membedakan antara tahun 2000 dan 1900. Tak ada yang tahu pasti apa efeknya, tapi banyak yang menduga akan terjadi bencana, mulai dari mati lampu massal hingga ledakan nuklir. Penjualan senjata meningkat dan orang bersiap bertahan hidup dalam bungker. Namun nyatanya, tak banyak kesalahan terjadi ketika milenium baru dimulai.

9. 5 Mei 2000
Kalau memang kesalahan Y2K tak terjadi, maka bencana global dijamin akan terjadi oleh Richard Noone, pengarang buku 5/5/2000 Ice: the Ultimate Disaster di tahun 1997. Menurut Noone, massa es di Antartika akan menjadi setebal 3 mil pada tanggal 5 Mei 2000, suatu tanggal yang juga bertepatan dengan sejajarnya planet-planet di tata surya, yang entah bagaimana akan menyebabkan pembekuan global yang fatal. Tanggal itu berlalu dan bumi belum beku, tetapi buku itu malah “panas” di pasaran. Mungkin juga, pemanasan global mencegah terulangnya zaman es itu.

10. God’s Church Ministry, musim gugur 2008
Menurut pendeta dari God’s Church, Ronald Weinland, akhir zaman telah tiba, lagi. Bukunya di tahun 2006, 2008: God’s Final Witness, menunjukkan bahwa ratusan juta orang akan meninggal, dan pada akhir 2006, “paling lama 2 tahun tersisa sebelum dunia mengalami waktu terburuk sepanjang sejarah manusia. Pada musim gugur 2008, Amerika akan tumbang sebagai negara berkuasa, dan tak akan menjadi negara merdeka lagi,” dan buku itu juga mencatat, “Ronald Weinland mempertaruhkan reputasinya sebagai nabi akhir zaman Tuhan.”


Ketika Bumi Kita Hancur



Seorang ilmuwan Belanda memperkirakan bahwa ribuan tahun lagi bumi akan memasuki suatu wilayah berkabut di luar tatasuryanya, yang berisi jutaan meteor. Wilayah yang sangat luas itu di beri nama Kabut Oort, hal ini sudah pernah terjadi pada zaman dinosaurus.

Apa yang terjadi jika bumi masuk ke wilayah tersebut?? Bayangkan saja ukuran meteor beragam sekali dari yang kecil sampai yang segede alaihim gambreng . Jika hal itu terjadi maka akan muncul efek yang luar biasa dahsyatnya Towers.


1. Batu tersebut akan terbakar melalui atmosfer bumi. Batu tersebut akan bergerak menuju bumi dalam keadaan terbakar seperti ribuan panah api yang melesat di angkasa. Ngeri nggak Towers!!! Selain itu udara yang di lewatinya akan ikut terbakar yang menimbulkan panas ribuan derajat.

2. Akan muncul badai akibat desakan udara yang luar biasa. Badai itu sangatlah kencang akibat terdesak batu yang segede alaihim gambreng tadi . kayak kita di jalan klo ada bis ngebut lewat depan kita, kerasa kan Towers  angin yang dihasilkan. Nah cuman yang ini lebih parah lagi.

3. Langit akan menjadi gelap disebabkan abu meteor yang memenuhi angkasa. Diperkirakan separo dari massa batu tersebut terbakar menjadi abu. Tentu saja abu tersebut akan menyebar karena tertiup angin. Towers semua ingat peristiwa meletusnya krakatau??nah abunya aja bisa menyebar sampai ke benua Eropa dan Amerika.

4. Material meteor tersebut tidak habis terbakar smua di angkasa, sisanya akan jatuh ke bumi dan menghasilkan tabrakan yang sangat dahsyat menimbulkan gelombang permukaan tanah atau gempa. Skalanya sudah dipastikan di atas 8 SR, apalagi klo jatuhnya dipermukaan laut. TSUNAMI Towers!!! Okeh Lanjut…nah ini yang terakhir.

5. Setelah meteor tersebut jatoh ke permukaan bumi, di akan terus melesak ke dalam perut bumi, menuju pusat magma. Akibatnya magma dalam perut bumi akan terdesak keluar. 
 


Jika Kutub Magnet Bumi Terbalik

Bagaimana jika kutub magnetik (medan magnet) bumi bertukar posisi yang utara menjadi selatan dan sebaliknya?. Tidak ada seorang pun yang merasakan, melihat atau menyadari bahwa kutub magnetik Bumi terus berpindah dengan cepat. Tidak juga jarum kompas, yang tetap menunjuk ke arah utara. Namun penelitian para ahli geofisika menunjukan, dinamika di inti Bumi menyebabkan pindahnya kutub magnetik Bumi lebih ke utara. Di antara inti Bumi yang cair dan panas, serta kerak Bumi yang dingin, terjadi gerakan konveksi panas terus menerus. Rotasi Bumi menyebabkan pergerakan panas itu membentuk semacam pusaran. Perubahan pada rotasi Bumi, menyebabkan pindahnya kutub magnetik tsb.

Volker Haak peneliti dari pusat penelitian kebumian di Potsdam Jerman-GFZ, melaporkan, kutub magnetik Bumi bergerak dari Kanada ke arah Rusia. Kecepatan pergerakannya dalam beberapa tahun terakhir ini terus meningkat, dari rata-rata 10 kilometer per tahun, menjadi 50 kilometer per tahunnya. Jika kecepatan itu tetap konstan, dalam waktu 50 tahun, kutub magnetik Bumi akan pindah sampai ke Siberia. Pengamatan menunjukan sejak tahun 1.600 kutub magnetik Bumi telah berpindah beberapa kali.

Perpindahan kutub magnetik Bumi, bukanlah fenomena luar biasa. Penelitian para ahli geofisika terhadap arah megnetisme pada batuan menunjukan, rata-rata setiap 250.000/500.000 tahun sekali medan magnet Bumi berubah arah. Perubahan kutub magnetik terakhir, terjadi sekitar 750.000 tahun lalu. Perubahan kutub magnetik Bumi, tidak berdampak apapun bagi Bumi itu sendiri. Akan tetapi di zaman teknik canggih seperti saat ini, dampaknya amat besar pada umat manusia. Jika dalam pergerakannya, medan magnet yang melindungi Bumi menghilang, walaupun dalam waktu singkat, dampaknya akan sangat terasa.
Ketika medan magnet menghilang, Bumi kehilangan pelindung dari serangan angin matahari. Pancaran partikel ter-ionisasi akan menembus jauh ke bawah atmosfir Bumi. Saklar-saklar berukuran mikro atau nano dalam chips komputer akan terpengaruh. Instrumen pada pesawat terbang atau satelit menjadi kacau. Juga jaringan pemasok enegi dan informasi akan terganggu berat. Kedengarannya seperti cerita fiksi ilmiah, akan tetapi semuanya nyata. Manusia sudah memasuki zaman teknologi, dimana gangguan dari luar angkasa akan sangat berpengaruh.

Selain itu, meningkatnya kadar pancaran kosmis dapat mengancam keberadaan lapisan ozon di atmosfir. Akibatnya dapat terbentuk lapisan awan tebal. Iklim global akan mengalami perubahan dan kutub utara semakin mendingin. Tidak tertutup kemungkinan, juga kasus kanker kulit meningkat. Sebuah skenario bencana yang mengerikan. Akan tetapi perubahan iklim dan meningkatnya pancaran kosmis, tidak berlaku dalam waktu singkat dalam ukuran manusia. Fenomena pertukaran kutub magnetik Bumi, biasanya berlangsung dalam waktu 1000 tahun atau lebih, demikian laporan pusat penelitian kebumian di Potsdam. Namun berdasarkan ukuran waktu Bumi rentang waktu 1000 tahun memang relatif singkat.

Walaupun demikian, di beberapa kawasan di Bumi, perubahan kutub magnetik Bumi sudah terasa dampaknya. Misalnya pada ketinggian di atas 10.000 meter di atas kawasan Atlantik selatan, dosis pancaran sinar kosmisnya ribuan kali lebih tinggi dibanding kawasan udara di Asia. Penghuni stasiun ruang angkasa internasional ISS, terpapar pancaran partikel terionisasi sekitar 90 persen dari dosis aman, pada saat satelitnya melewati kawasan Atlantik selatan. Padahal dalam satu hari, ISS hanya melintasi kawasan tsb hanya selama 10 menit.

Dengan bantuan satelit Jerman, “Champ” sejak bulan Juli tahun 2000, para peneliti di GFZ mendapatkan data akurat mengenai perkembangan global medan magnet. Berdasarkan data terakhir, terbukti intensitas medan magnet Bumi sejak tahun 1979 sudah berkurang 1,7 persen. Bahkan di kawasan Atlantik selatan, pengurangan intensitasnya sudah mencapai 10 persen. Perubahan medan magnetik di permukaan Bumi tsb, adalah akibat perubahan dinamika fluida pada inti Bumi. Bahkan diamati, gerakan dinamika inti Bumi tidak hanya berhenti sejenak, bahkan mulai bergerak ke arah berlawanan. Para ahli menduga, akan terjadi pertukaran kutub magnetik Bumi dari Utara ke Selatan.

Para ahli kebumian bahkan sudah melapokan adanya kawasan anomali. Di kawasan tsb, jarum kompas tidak lagi menunjuk arah utara, akan tetapi sebaliknya. Pengamatan selama 20 tahun dari tahun 1980 sampai tahun 2000 menunjukan, semakin meluasnya kawasan yang jarum kompasnya menunjukan arah terbalik tsb. Menurut para peneliti, di kawasan inti Bumi kemungkinan terjadi gerakan yang berlawanan dengan dinamika unsur besi cair. Apa yang disebut antisiklus inilah yang menjadi penyebab jarum kompas menunjuk arah selatan, bukan lagi utara seperti lazimnya.

Lembaga antariksa AS-NASA dan lembaga luar angkasa Eropa-ESA, dewasa ini bekerjasama lebih erat, untuk meneliti perubahan medan magnetik Bumi tsb. Kedua lembaga antariksa terkemuka di dunia itu, meluncurkan berbagai program penelitian cuaca di luar angkasa. Sasarannya untuk dapat meramalkan, kapan terjadinya badai matahari. Ramalan diharapkan dapat ditarik tiga hari sebelum terjadinya bagai. Sebab badai kosmis dari matahari, memerlukan waktu tiga hari untuk mencapai Bumi. Dengan begitu, dapat diambil langkah yang diperlukan, untuk mencegah dampak dari badai kosmis tsb.

source: http://www.adipedia.com/apa-yang-akan-terjadi-jika-kutub-medan-magnet-bumi-terbalik-bertukar-posisi/


Jatuhnya Meteor di Indonesia




Peristiwa jatuhnya meteor seperti yang terjadi di Duren Sawit Jakarta Timur, Kamis (29/4) sore kemarin sebenarnya bukanlah hal baru. Peristiwa jatuhnya benda luar angkasa di sekitar Jabodetabek ini pernah terjadi pada tahun 1915. Sedangkan di tanah air peristiwa jatuhnya meteor ini sudah terjadi sejak Indonesia belum berdiri.

Meteor Yang Jatuh di seputar Jabodetabek:

2 Juni 1915
Meteorit seberat 24.75 kg jatuh di sekitar Klender. Tidak diketahui korban dan kerusakan akibat jatuhnya benda angkasa yang diberi nama Meester-Cornelis.

19 Desember 2004
Warga Desa Jinjing, Kecamatan Tigaraksa, Tangerang dikagetkan suara ledakan keras di langit. Suara itu terdengar juga di Jakarta dan Bekasi. Oleh para ahli, pada waktu itu ledakan yang terjadi pukul 7.30
merupakan pecahan meteor yang kebetulan berpapasan dengan bumi.

Meteor Yang Jatuh di Indonesia:

- 1797, ditemukan di Prambanan, Jawa Tengah

- 1811, ditemukan di Surakarta, Jawa Tengah seberat 10 ton.

- 10 Juli 1822, ditemukan di Cirebon Jawa Barat, seberat 16.5 kg

- 10 Desember 1871, ditemukan di Bandung seberat 11.5 kg

- 19 September 1869, ditemukan di desa Cabe Rembang Jawa Timur seberat 20 kg

- 1883, ditemukan di desa Kedung Putri, Ngawi, Jawa Timur seberat 1,3 kg

- 19 Maret 1884, ditemukan di Djati Pengilon, Jawa Timur seberat 166 kg

- 27 November 1908, ditemukan di Pulau Kangean, Sumenep Jawa Timur, seberat 1.63 kg

- 2 Juni 1915, meteorit dengan nama Meester-Cornelis ditemukan di Klenderm Jakarta seberat 24.75 kg

10. 30 Agustus 1919, ditemukan di Rembang Jawa Tengah, seberat 10 kg

- 24 Mei 1933, ditemukan di Banten seberat 629 gram

- 20 Juni 1935, ditemukan di Madiun, Jawa Timur, seberat 400 gram

- 26 September 1939, ditemukan di Selakopi, Jawa Barat, seberat 1,6 kg

- 1940, ditemukan di daerah kediri, Jawa Timur

- 14 Februari 1975, ditemukan di Tambakwatu, Jawa Timur seberat 10,5 kg

- 7 Mei 1979, ditemukan di Cilimus, Jawa Barat, seberat 1,6 kg

- 13 Maret 1984, ditemukan di Jumapalo, Jawa Timur, seberat 32.49 kg

- April 2003, ditemukan jatuh di Purun, Kecamatan Siantan, Kabupaten Pontianak, Kalimantan Barat

- 1 Januari 2008, ditemukan di Gianyar, Bali.

- 8 Oktober 2009, 15 sampai 20 kilometer di atas bumi dan jatuh di perairan Teluk Bone, Sulawesi Selatan,
diameternya 10 meter. Menurut NASA kekuatan ledakan meteor Bone tiga kali bom atom Hiroshima.


Kalender Maya dan 2012 - Penjelasan


Beberapa tahun belakangan, kita sering mendengar tentang kalender maya dan kiamat 2012. Kita masih akan mendengarnya lagi hingga 21 Desember 2012. Jadi saya rasa tidak ada salahnya menulis soal kalender Maya.

Saya diminta seorang pembaca blog ini untuk menulis soal kalender Maya, namun harus dengan bahasa yang mudah dimengerti. Sebenarnya kalender Maya memang susah untuk dipahami. Tapi saya akan mencoba untuk membahasnya dengan lebih sederhana. Postingan ini cuma untuk menambah pengetahuan, tidak ada unsur misterinya. (Maaf jika tidak menarik).

Kita mulai dari sebuah fakta yang mungkin belum anda ketahui. Apabila kita cuma mengenal satu jenis kalender, yaitu kalender Gregorian, maka suku Maya memiliki 22 jenis kelender. Tapi lupakan 22 kalender tersebut, kita hanya akan membahas 3 kalender yang paling termashyur.

Tiga kalender tersebut adalah :
1. Tzolkin.
2. Haab
3. Long Count

Saya akan membahas dua kalender pertama secara singkat.

Tzolkin
Terdiri dari satu siklus religius yang terdiri dari 260 hari. Tzolkin terdiri dari 20 minggu yang masing-masing terdiri dari 13 hari (13 hari x 20 minggu = 260 hari). Masing-masing minggu memiliki logonya sendiri seperti zodiak atau shio Cina.

Haab
Terdiri dari 365 hari, sama seperti kalender yang kita pakai. Haab terdiri dari 18 bulan yang masing-masing terdiri dari 20 hari (20 hari X 18 bulan = 360 hari). Ada sisa lima hari yang sering dianggap sial karena tidak masuk ke bulan manapun. Masing-masing bulan punya logonya sendiri-sendiri .

Kedua kalender ini adalah kalender siklus yang berbentuk lingkaran dan akan saling bertemu setelah 52 Haab.

Sekarang, lupakan kedua kelender tersebut. Kita akan melihat kalender ketiga yang sering dikaitkan dengan kiamat 2012.

Long Count
Berbeda dengan Tzolkin dan Haab yang merupakan kalender siklus, Long Count adalah kalender linear yang dimulai dari hari 1, sama seperti kalender yang kita pakai. Apabila kita memulai kalender kita dari tahun 1 Masehi. Maka Kalender Long Count dimulai dari tanggal 13 Agustus 3114 SM (Tanggal penciptaan bumi menurut suku Maya).

Kalender gregorian yang kita pakai memiliki unsur Hari, minggu, bulan dan tahun.

Long count memiliki unsur kin, uinal, tun, katun, baktun.

Jangan bingung ! Ini penjelasannya.

1 kin = 1 hari
1 uinal = 20 kin = 20 hari
1 tun = 18 uinal = 360 kin = 360 hari
1 katun = 20 tun = 7.200 kin = 7.200 hari
1 baktun = 20 katun = 144.000 kin = 144.000 hari

Penulisan kalender maya harus mengikuti urutan-urutan diatas namun dimulai dari kanan.

Contoh :
Tanggal 12-09-2009 - format gregorian.

Saya mengkonversi tanggal diatas ke format kalender long count dengan menggunakan software yang saya dapatkan di internet dan format tanggalnya berubah menjadi seperti ini :

12.19.16.12.4 - format long count.

Artinya 12 baktun, 19 katun, 16 tun, 12 uinal, 4 kin. Apabila kita konversi ke jumlah hari (kin), maka :

(12 x 144.000) + (19 x 7200) + (16 x 360) + (12 x 20) + (4 x 1) = 1.870.804 hari sejak penciptaan.

mudah dipahami kan ?

Tapi kalo anda bingung. Lupakan istilah-istilah diatas. Untuk mengetahui asal datangnya 21 Desember 2012, ingat saja yang ini :

1 baktun sama dengan 144.000 hari.

Darimana tahun 2012 berasal ?
Menurut sebuah buku yang bernama Popol Vuh yang menceritakan detail penciptaan, kita hidup pada masa penciptaan ke-4. Popol Vuh menceritakan bahwa tiga penciptaan pertama gagal dilakukan oleh dewa. Penciptaan ke-4 lah yang berhasil dan manusia ditempatkan di bumi.

Menurut Long Count Maya, penciptaan ke-3 yang gagal berakhir pada tanggal 13 Agustus 3114 SM.

Penciptaan ke-4 dimulai pada tanggal itu dan akan berakhir setelah 13 baktun.

13 baktun apabila ditulis dengan format Maya menjadi 13.0.0.0.0. Lalu dengan menggunakan metode perhitungan yang saya contohkan diatas, maka hasilnya adalah :

13 baktun x 144.000 hari = 1.872.000 hari = 5.125 tahun. Ingat, 1 baktun = 144.000 hari.

Jika dihitung dari tanggal 13 Agustus 3114 SM, maka hari ke 1.872.000 akan jatuh pada tanggal 21 Desember 2012.

Sekarang mengerti kan ?

Menurut suku Maya, hari penciptaan akan berakhir pada baktun ke-13. Ini disebut siklus besar. Dari sinilah datang tafsiran kiamat 21 Desember 2012.

Dan sekarang, tinggal tiga pertanyaan yang akan saya bahas :

Bagaimana penafsiran mereka yang percaya dengan kiamat 2012 mengenai apa yang akan terjadi pada 21 Desember 2012 ?

Kontroversi apa yang menyertai penafsiran ini dan adakah orang lain yang menentangnya ?

Apakah suku Maya benar-benar beranggapan kiamat akan terjadi pada tahun 2012 ?

Ketiga pertanyaan tersebut akan saya bahas di postingan lain. Soalnya nanti terlalu panjang. Jadi membosankan. So keep following this blog.

Sumber : http://xfile-enigma.blogspot.com/

Pengen Bisnis Online Terpercaya

Daftar di Sini

Kumpul BLogger (Untuk Pemilik Blog/Web)

Adsense Camp (Untuk Pemilik Blog/Web)

Aw Surveys (Membayar Untuk Comment kita

Paypal (untuk bertransaksi di internet)

Co.cc (Tinggal Daftar Saja) Bingung Klik disini

Bigextracash (Affiliate/membayar untuk orang yang kita ajak gabung)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites